D3 Manjemen Informatika


Biodata Diri
Berikut adalah biodata diri saya.
Nama Lengkap            : Tiyas Anggi Astuti
Nama Panggilan         : Tiyas
Tempat Tanggal Lahir            : Klaten, 04 Agustus 2001
Umur                           : 17thn
Agama                         : Islam
Alamat                        : Pandanrejo RT 02/RW 02 Banyuripan Bayat Klaten
Telepon                       : 085800487032
Golongan Darah          : B
Nama Ayah                 : Lanjar
Nama Ibu                    : Sri Suramti
Jumlah Saudara          : 4
Pendidikan                         : Tk Pertiwi Banyuripan 02
SD Negeri 1 Banyuripan
SMP Negeri 1 Bayat
SMK Negeri 2 Gedangsari
Universitas Respati Yogyakarta


                Disini saya akan bercerita tentang kuliah saya di Universitas Respati Yogyakarta. Di sini ada 3 fakultas yaitu Fakultas Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas social dan Ekonomi. Disini saya masuk di Fakultas Sains dan Teknologi. Dan Fakultas Sains dan teknologi mempunyai Program Studi antara lain :
a.       S1 Teknik Elektro
b.      S1 Teknik Informatika
c.       S1 Sistem Informasi
d.      D3 Manajemen Informatika
Dan saya memilih masuk program studi D3 Manajemen Informatika. Dan mahasiswa D3 Manajemen Informatika pada tahun 2018 antara lain :
No
NIM
NAMA
1
18240001
Moch. Willy Cahyanto
2
18240002
Selo Pamungkas
3
18240003
Febiana Mardianti Lede
4
18240004
Anisa Mifta Hanifah
5
18240005
Tiyas Anggi Astuti
6
18240006
Muhammad Akbar Rizki
7
18240007
Syeikhi Imam Irawan
8
18240008
Yusriadi
9
18240009
I Wayan Budi Kariasa
10
18240010
Dimas Fathurahman Pratama
11
18240011
Susanti Sri Utami
Up Arrow: Berikut adalah Mahasiswa D3 Manajemen Informatika 2018
 



download1.png

Share:

sunan pandanaran

Sunan Bayat (nama lain: Pangeran MangkubumiSusuhunan TembayatSunan Pandanaran (II), atau Wahyu Widayat) adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa yang disebut-sebut dalam sejumlah babad serta cerita-cerita lisan. Ia terkait dengan sejarah Kota Semarang dan penyebaran awal agama Islam di Jawa, meskipun secara tradisional tidak termasuk sebagai Wali Sanga. Makamnya terletak di perbukitan ("Gunung Jabalkat") di wilayah Kecamatan Bayat, KlatenJawa Tengah, dan masih ramai diziarahi orang hingga sekarang. Dari sana pula konon ia menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat wilayah Mataram. Tokoh ini dianggap hidup pada masa Kesultanan Demak (abad ke-16).
Terdapat paling tidak empat versi mengenai asal-usulnya, namun semua sepakat bahwa ia adalah putra dari Ki Ageng Pandan Arangbupati pertama Semarang. Sepeninggal Ki Ageng Pandan Arang, putranya, Pangeran Mangkubumi, menggantikannya sebagai bupati Semarang kedua. Alkisah, ia menjalankan pemerintahan dengan baik dan selalu patuh dengan ajaran – ajaran Islam seperti halnya mendiang ayahnya. Namun lama-kelamaan terjadilah perubahan. Ia yang dulunya sangat baik itu menjadi semakin pudar. Tugas-tugas pemerintahan sering pula dilalaikan, begitu pula mengenai perawatan pondok-pondok pesantren dan tempat-tempat ibadah.
Sultan Demak Bintara, yang mengetahui hal ini, lalu mengutus Sunan Kalijaga dari Kadilangu, Demak, untuk menyadarkannya. Terdapat variasi cerita menurut beberapa babad tentang bagaimana Sunan Kalijaga menyadarkan sang bupati. Namun, pada akhirnya, sang bupati menyadari kelalaiannya, dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan duniawi dan menyerahkan kekuasaan Semarang kepada adiknya.
Pangeran Mangkubumi kemudian berpindah ke selatan (entah karena diperintah sultan Demak Bintara ataupun atas kemauan sendiri, sumber-sumber saling berbeda versi), didampingi isterinya, melalui daerah yang sekarang dinamakan SalatigaBoyolaliMojosongoSela Gringging dan Wedi, menurut suatu babad. Konon sang pangeran inilah yang memberi nama tempat-tempat itu). Ia lalu menetap di Tembayat, yang sekarang bernama Bayat, Klaten, dan menyiarkan Islam dari sana kepada para pertapa dan pendeta di sekitarnya. Karena kesaktiannya ia mampu meyakinkan mereka untuk memeluk agama Islam. Oleh karena itu ia disebut sebagai Sunan Tembayat atau Sunan Bayat.
Share:

batik jarum

 Desa wisata batik jarum bayat klaten ,  ehm...,:) pastinya kita yang mencintai batik akan berbangga hati apabila kita bisa melestarikan batik.   Beberapa cara bisa kita lakukan, antara lain ; mengunjungi desa wisata batik, bisa juga museum batik, lalu bisa juga dengan memakai batik atau menawarkan kepada sanak saudara kita.  hehe.. lebih baik lagi juga, jika kita mau membelikan Batik bagi mereka.  :D   #beramalyuk     atau bisa juga dengan cara menjualkan batik dari para pengrajin batik. sehingga kelangsungan produksi batik akan terus berlanjut.

     Dalam postingan saya kali ini, saya ingin mengenalkan sepintas tentang Desa wisata batik jarum bayat klaten jawa tengah. Kenapa dalam postingan ini saya beri judul Desa wisata batik? yups.. betul, karena sekarang yang menjadi prioritas dari desa Jarum bayat klaten ini adalah wisata batik. Meskipun potensi yang lain juga ada, tapi saat ini desa jarum terlebih dahulu hendak mengenalkan Batik asli jarum kepada seluruh indonesia bahkan dunia. Beberapa pengrajin batik ada di desa jarum bayat ini.  Mulai dari batik kayu dan batik kain serta batik keramik. Batik kayu bisa meliputi topeng ,almari , tempat minuman, wayang, patung , sandal /sendal, gelang, gantungan kunci, berbagai mainan seperti dakon, sangkar burung dan masih banyak lagi.  Batik kain bisa berupa batik warna alam / alami, bisa juga warna sintetis atau warna alam. begitu juga dengan batik keramik, semua jenis keramik berbahan dasar tanah liat bisa difinishing dengan batik. Sehingga nilai seni dari kerajinan batik ini semakin istimewa.

   Bagi anda yang ingin berkunjung, belajar batik atau berwisata batik, silahkan datang dan nikmati ramahnya berwisata batik di desa jarum bayat klaten jawa tengah.  kami juga menyediakan homestay, bagi wisatawan/ rombongan yang ingin singgah bersama kami.
Share:

rowo jombor

Waduk Rowo Jombor terletak di Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, + 8 Km. (delapan kilo meter) ke arah tenggara dari pusat Kota KlatenJawa TengahIndonesia. Dari Kota Klaten ada dua rute perjalanan yang dapat ditempuh menuju ke objek wisata ini. Lewat jalur barat: Kota Klaten – pertigaan Bendogantungan Desa Sumberejo, belok kiri / ke arah selatan – Desa Danguran – Desa Glodogan – Desa Jimbung – Rowo Jombor. Lewat jalur timur: Kota Klaten – Stasiun Klaten – By Pass – belok kanan / ke arah selatan – Terminal Klaten yang bari dibangun—Kelurahan Buntalan – Desa Jimbung – Rowo Jombor.
Waduk Rowo Jombor mempunyai panjang 7,5 Km. (tujuh setengah kilo meter).Bentuknya memang tidak persegi empat, tetapi segi banyak tidak beraturan. Waduk ini mempunyai kedalaman 4.5 m (empat setengah meter) dan mampu menampung air 4.000.000 m3 (empat juta meter kubik). Tujuan utama pembuatan waduk Rowo Jombor adalah untuk menampung air dari sungai-sungai di sekitarnya untuk mengendalikan banjir, dan sebagai persediaan air irigasi untuk mengoncori sawah-sawah di sekelilingnya pada musim kemarau. Namun kemudian juga dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti pariwisata dan perikanan.
Di sekitar waduk Rowo Jombor ini terdapat pemandangan alam yang indah, situs peninggalan zaman dahulu yang diyakini mempunyai nilai sejarah, museum pertanian, pusat-pusat kerajinan, warung apung, arena olahraga, arena bermain, dan lain-lain.
Share:

kawah putih

Solopos.com, KLATEN --Objek wisata Kawah Putih Negeri Dongeng  di Dukuh Gajahrejo, Desa Talang, Bayat, Kabupaten Klaten, dibuka untuk umum mulai Rabu (20/6/2018). Objek wisata seluas 1,5 hektare ini menurut rencana akan menyajikan replika tujuh keajaiban dunia.
Pantauan solopos.com, Kawah Putih menyajikan tiga bukit gamping kecil untuk menikmati lanskap kota dari ketinggian. Di lokasi itu dibangun beberapa gazebo untuk berteduh salah satu di bukit dekat papan nama bertuliskan Kawah Putih.
Di salah satu bagian, terdapat replika Merlion dari Singapura. Tak jauh dari situ sebuah kolam sedang dalam proses pembangunan.
Untuk menikmati pemandangan Kawah Putih, pengunjung membayar tiket masuk senilai Rp3.000. Pengunjung disambut dengan koridor berhiaskan ban bekas warna-warna kemudian disambut anak tangga menuju sejumlah bukit yang ada.
Pengelola Objek Wisata Kawah Putih Negeri Dongeng, Nasir Zubaidi, mengatakan penataan Kawah Putih dimulai sejak bulan lalu menelan dana sekitar Rp700 juta. Kawah Putih menyediakan pemandangan melihat-lihat lanskap kota dari ketinggian.
Yang membedakan dari objek wisata sejenis adalah keberadaan tanah gamping berwarna kekuning-kuningan yang dimilikinya. "Objek pemandangannya sama. Ke depan di sini akan menjadi arena bermain anak dengan segala jenis permainan dan replika tujuh keajaiban dunia," kata dia, saat ditemui di lokasi Kawah Putih, Rabu.
Ia berharap keberadaan Kawah Putih bisa menjadi tujuan wisata alternatif warga saat berkunjung ke Klaten. Tak hanya itu, penataan kawasan itu diharapkan bisa mendorong peningkatan ekonomi warga di sekitar Kawah Putih.
Salah satu pengunjung, Sagino, 37, mengatakan sengaja datang ke Kawah Putih setelah menerima informasi dari media sosial. Ia penasaran lalu datang ke lokasi bersama anak dan istrinya. "Sampai sini ternyata panas sekali. Mungkin perlu disediakan gazebo lebih banyak untuk berteduh," ungkap pria asal Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Klaten.
Ia juga mengeluhkan di lokasi itu belum memiliki tempat sampah. Ia khawatir minimnya tempat sampah membuat pengunjung membuang sampah sembarangan seperti terjadi di Bukit Cinta pada masa awal pembukaan. "Semoga tempat sampah dibikin di beberapa lokasi untuk memudahkan pengunjung buang sampah," harap dia.
Pengunjung lainnya, Nurwanti, 35, asal Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, mengatakan selain mengobati rasa penasarannya, kedatangannya ke Kawah Putih bersama suami dan anak dijadikan sebagai piknik Lebaran. Biasanya, ia piknik ke Jogja bersama keluarga.
Namun, kali ini ia memutuskan ke Kawah Putih lantaran khawatir terjebak macet selama perjalanan ke Jogja. "Jadi ke sini aja yang dekat. Tempatnya lumayan buat foto-foto. Tapi memang panas sekali cuacanya " ujar dia sembari meneruskan berfoto menggunakan kamera ponselnya.
Share:

bukit arjuna

Wedang Kopi Prambanan – Jawa Tengah memiliki banyak sekali destinasi wisata menarik dan tentunya instagramable. Salah satunya destinasi wisata Jawa Tengah yang patut untuk kamu perhitungkan yaitu Klaten. Dikalangan wisatawan, Klaten dikenal dengan surganya wisata  underwater, seperti Umbul Ponggok, Umbul Manten, Umbul Sigedang, Umbul Kapilaler dan sejumlah umbul lainnya. Namun, perlu kamu ketahui, Klaten bukan hanya memiliki wisata underwater saja, ada sejumlah destinasi wisata menarik lainnya yang rekomended untuk kamu masukan ke dalam list jalan-jalannmu. Nah, baru-baru ini, Klaten menghadirkan spot wisata baru  bernama Puncak Arjuna.
Puncak Arjuna ini merupakan destinasi wisata baru dan kekinian yang rekomended untuk dikunjungi di Klaten. Menawarkan spot selfie instagramable dengan latar belakang alam hijau khas bebukitan, Puncak Arjuna sukses mendapat tempat di hati wisatawan. Selain menawarkan pemandangan alam khas bebukitan yang memesona dan sejumlah spot foto instagenik. Kamu juga akan disambut oleh penduduk setempat yang ramah tamah. So, pastikan Puncak Arjuna masuk dalam list destinasi jalan-jalanmu saat ke Klaten ya.

Lokasi dan tiket masuk menuju obyek wisata Puncak Arjuna Klaten

Puncak Arjuna terletak di Desa Sidowayah, Gunung Gajah, Kec. Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah . Untuk sampai lokasi, waktu yang kamu tempuh sekitar 30 menit atau memakan jarak tempuh sekitar 13,6 kilometer dari pusat kota Klaten. Akses menuju lokasi terbilang mudah ditemukan karena memang lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan pusat kota. Beberapa kilometer sebelum sampai lokasi, kamu akan disambut oleh jalanan naik turun dan pemandangan khas pedesaan juga alam hijau yang sungguh mendamaikan dan yang pastinya akan membuat perjalananmu sebelum sampai lokasi terasa tidak membosankan. Buat kamu yang ingin foto-foto cantik di kawasan Puncak Arjuna, untuk tiket masuknya kamu cukup bayar seikhlasnya.
Nah, itulah sedikit ulasan tentang obyek wisata Puncak Arjuna yang merupakan wisata baru dan kekinian di Klaten. Kalau ke Klaten pastikan mampir ke sini ya. Pastikan juga membawa kamera, karena obyek wisata satu ini salah satu spot rekomended di Klaten untuk kamu ajak foto.
Puas menikmati keindahan dan foto-foto di Puncak Arjuna, jangan lupa bahagiankan perutmu di Wedang Kopi Prambanan. Wedang Kopi Prambanan ini merupakan tempat makan atau resto yang menawarkan nuansa klasik, view instagenic dan harga menu ekonomis. Selain itu, di sini juga asik untuk ngopi, meeting dan cocok untuk dijadikan tempat merenggangkan otot-otot yang tegang selepas jalan-jalan seharian.
Jadi, Wedang Kopi Prambanan ini terletak tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan, tepatnya di jln. Prambanan – Manisrenggo No.16, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten.  Waktu yang ditempuh untuk sampai lokasi memakan waktu sekitar  5 menit dari obyek candi Prambanan, sedangkan dari pusat Klaten memakan waktu sekitar 23 menit, dan dari pusat kota Jogja memakan waktu sekitar 53 menit. Buka dari pukul pukul 9.30 pagi hingga 10 malam. Ditunggu kehadirannya. Selamat jalan-jalan. Selamat kulineran. Tetaplah jaga kebersihan.
Share:

cemoro sewu

DSC01128
Sebelum berkunjung ke beberapa objek di wisata di daerah bayat seperti makam pandanaranatau curug bayat, atau bagi kalian yang ingin berkunjung ke warung apung rowo jombor, salah satu destinasi Cemoro Sewu mungkin bisa jadi salah satu tempat wisata alam sebelum berkunjung ke objek wisata lainnya.
Cemoro sewu merupakan destinasi wisata yang menyuguhkan pemandangan alam di daerah bayat dengan beberapa pohon cemaranya –yang jumlahnya tidak mencapai sewu (seribu) tentunya–. Sebelum mencapai lokasi cemoro sewu ini kita dapat melakukan tracking ringan melalui jalan setapak menaiki bukit yang dijadikan lahan berkebun oleh warga sekitar. Lokasinya yang menanjak mengharuskan kita memarkirkan kendaraan di bawah. Emang belum ada lahan parkir di sekitar sini, tapi kita dapat memarkirkan kendaraannya di rumah warga setempat.
Dilokasi ini kita dapat menikmati pemandangan sekitar dengan suasananya yang sangat sejuk (ati-ati masuk angina ðŸ˜€ ). Disini juga kita dapat melakukan kegiatan alam seperti outboand bersama rombongan atau sekedar duduk dengan alas tikar dengan bekal ala-ala orang piknik ðŸ˜€
Untuk mencapai lokasi ini, dari arah cawas sebelum pertigaan ringinan (biasa orang sekitar menyebutnya, karena ada pohon beringin) di sebelah kanan aka nada gapura menuju ke sebuah desa, nah dari situ kita tinggal lurus mengikuti jalan. Emang gak ada petunjuk untuk mengarah ke lokasi ini karena memang bukan sebuah tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah maupun warga setempat. Jadi jangan lupa bertanya kalo takut nyasar ðŸ˜€
Share:

GAJAH

BAYI KETAWA

Postingan Populer

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.